Resep Cespleng Menulis Buku Bestseller


12Pernah kepikiran untuk nulis buku bestseller? Kepikiran nulis buku aja gak pernah, apalagi buku bestseller! Ini juga yang jadi komentar saya waktu baca tulisan karya Edy Zaques ‘Resep Cespleng Menulis Buku Bestseller’. Tapi, komentar saya itu berubah jadi energi makbul untuk mencoba menulis buku entah itu nantinya bisa bestseller atau enggak. Yang penting pernah nyicipin jadi penulis 🙂

Kira-kira apa yang merubah pikiran pesimis saya menjadi super optimis? Iya, karena setelah mencerna ‘Resep Cespleng Menulis Buku Bestseller’ terselip ungkapan

“Yang mungkin diperlukan bukanlah suatu ‘bakat’ istimewa, tetapi lebih pada keinginan dan minat yang besar untuk mau belajar, membangun kebiasaan menuangkan gagasan lewat tulisan”

Cocok bener sama keyakinan saya selama ini bahwa manusia itu dilahirkan sepaket sama bakat atau enggak, gak masalah.

Orang bisa karena terbiasa

So, karena saya gak mau pinter sendirian saya bagi di sini. Dan, harus bermanfaat buat siapapun yang baca.

#1 Menulis buku tidak perlu bakat13

Yang membuat kita tidak tegas mengambil tindakan bukan karena tidak adanya bakat. Tapi, karena tidak adanya kemauan yang kuat! Pada bab pertama Edy Zaques mengingatkan bahwa kita hanya membutuhkan 5 hal untuk bisa menulis buku. Dan, tidak ada kaitannya sama sekali dengan bakat!!!

  • Teknik menulis. Yang satu ini bisa dipelajari. Setiap orang bisa menciptakan teknik menulis sendiri. Penulis A akan memiliki teknik menulis yang berbeda dengan penulis B. Meskipun mereka belajar teknik menulis pada sumber yang sama.
  • Disiplin berlatih. Yang satu ini harus lahir dari diri sendiri. Menurut saya untuk menulis tidak bisa menunggu mood baik. Misalnya mood detik ini mood lagi baik, beberapa detik kemudian mood berubah jadi buruk. Ya udah pasti tulisan gak bakal selesai kalau nurutin mood. Terus gimana kalau mood kamu buruk terus? Alhasil gak jadi nulis buku! Kunci disiplin adalah dipaksa. Dipaksa untuk terus berlatih. Terus berlatih. Gak peduli mood.
  • Sisihkan waktu. Yang paling sering dikeluhkan orang adalah ‘tidak adanya waktu luang untuk menulis’. Siapa bilang? Kalau kita periksa dengan cermat, pasti bisa kita temukan tuh yang namanya waktu luang! Cuma satu jam! It’s okay, gak masalah. Satu jam yang berkualitas bisa jadi menghasilkan lebih dari satu bab.
  • Topik yang diminati. Menulis buku dengan topik yang kita sukai akan membuat buku itu cepet kelar. Kalau saya diminta untuk membuat ulasan tentang Drama Korea terbaru dalam bentuk tulisan. Pastinya saya betah untuk berlama-lama membahasnya. Iya, karena memang saya jatuh cinta sama budaya K-pop. Jadi, salah satu tips menulis buku adalah pilih topik yang kamu sukai.
  • Punya motivasi. Poin akhir dari bab satu bukan berarti bisa dianggap mudah ya. Karena justru motivasilah yang merupakan pendorong terbaik untuk terus menulis. Cari alasan yang jelas ‘Kenapa saya harus menulis ini?’.

“Jika semangat mulai menurun, Jadikan alasanmu sebagai pemegang kendali”

#2 Ide untuk Buku

Setelah kita tahu bahwa menulis buku bestseller bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak ada alasan lagi untuk tidak menulis buku.

“Bingung mau nulis apa?”

Di bab kedua ini saya kasih pencerahan mengenai ide utama untuk buku. Buku yang bisa jadi bestseller adalah buku yang:

  • Mampu memecahkan masalah pembaca
  • Membangkitkan motivasi pembaca
  • Menggugah kesadaran terhadap topik yang dibahas
  • Merangsang kreatifitas pembaca
  • Menghibur pembaca
  • Mengupas tuntas satu topik khusus

So, gak perlu bingung karena ada beberapa ide yang bisa kamu pilih. Dengan menetapkan ide utama buku di awal penulisan, hal ini akan memudahkan kamu dalam membuat kerangka buku. Memudahkan kamu untuk tetap fokus pada satu ide utama. Dan, gak bakal melebar kemana-mana deh.

#3 Format untuk Buku

Kalau sudah menentukan tujuan dari penulisan buku, sekarang saatnya berpikir! Mikir apa lagi nih? Santai aja, gak berat kok. Cuma menyesuaikan antara ide utama yang kamu pilih dengan format buku yang pas. Misalnya nih, saya mau nulis buku dengan ide utama untuk menghibur pembaca. Topiknya adegan-adegan romantis dalam 10 Drama Korea yang nge-hits sepanjang tahun 2015!

Nah, buku semacam itu bagusnya kita pakai format fast book yaitu, buku saku. Yang sederhana, mudah dibawa kemanapun dan habis dibaca dalam sekali duduk. Terus kalau kita mau nulis buku yang mampu memecahkan masalah pembaca dengan menghadirkan analisa data, ya tentu saja tidka cocok pakai format fast book.

  • Kumpulan tulisan (fokus pada 1 tema dan kupas lebih dalam)
  • Buku How to (membahas bagaimana mengoperasikan sesuatu – Bagaimana Cara Ranking 1 di Google)
  • Tanya jawab (hasil dari wawancara dengan narasumber tertentu)
  • Buku motivasi
  • Self help
  • Keagamaan
  • Kumpulan kata-kata bijak atau kata mutiara

Karena sekarang kita fokus pada penulisan buku bestseller untuk orang sibuk, jadi format yang saya share di sini adalah format fast book. Yang merupakan buku populer, tidak begitu tebal, ringan, mudah dimengerti, ringkas. Tentu saja tidak akan menyita waktumu untuk menuliskannya. Tidak banyak membutuhkan analisa data yang notabene menyita waktu dan tenaga.

#4 Menuliskan dan Mengembangkan Ide

Sudah ada ide yang ingin dibukukan? Sekarang saatnya untuk menuliskannya! Setiap penulis pasti memiliki teknik penulisan sendiri yang bisa jadi berbeda satu dengan yang lain. Untuk kamu yang tidak punya banyak waktu luang, bisa coba ikuti beberapa tahapan penulisan ide berikut.14

  • Munculkan ide terlebih dahulu!
  • Tulislah ide-ide kamu. Harus dalam bentuk tulisan. Hal ini juga tergantung pada individu masing-masing. Ada yang suka nulis di notepad PC. Atau menuliskannya dalam bentuk catatan-catatan kecil di buku dst. Terserah! Pokoknya tertulis dan bisa kamu akses setiap saat.
  • Gali lebih dalam. Terutama untuk bagian yang menarik. Ada beberapa bab di dalam buku yang menurut penulisnya sendiri lebih menarik dari bab yang lain. Nah, kenapa kita harus menggali lebih dalam bab yang menarik? Coba bayangkan kalau kita suka sama sesuatu. Pastinya pemahaman kita tentang sesuatu yang menarik perhatian itu lebih luas. Kita pasti bakal betah berlama-lama dan ingin segera menyelesaikan bab yang kamu sukai.
  • Gali gagasan dengan membuat outline (kerangka daftar isi). Hal ini bertujuan untuk membantu dan membimbing kamu menjabarkan pikiran-pikiran yang nantinya lebih mudah untuk dikembangkan menjadi tulisan utuh. Caranya dengan menuliskan judul buku, judul tiap bab, dan judul tiap sub bab. Nah, di setiap bab atau sub bab yang kamu tuliskan tadi catatlah tema besar dan rincian masalahnya. Tidak perlu lengkap, yang penting sederhana dan detil. 🙂
  • Sekarang saatnya kita mengembangkan ide-ide yang sudah kamu tuangkan dalam bentuk tulisan! Kembangkan ide yang sudah kamu tulis garis besarnya tadi dalam bentuk pemaparan, argumentasi, analisis sebab akibat dan penjelasan yang lebih jauh.

#5 Anjuran Dalam Menulis dan Mengembangkan Ide

Kamu harus tahu alasan kenapa ide yang tiba-tiba muncul harus segera dituangkan? Hal ini bertujuan untuk menampilkan pemikiran menyeluruh, pembahasan yang terstruktur dan alur pikir yang terstruktur pula. Nih, baca aja beberapa tips supaya ide yang kamu tuangkan bisa segera dieksekusi.

  • Tulislah dari bab yang paling mudah, paling kamu kuasai, dan yang paling menarik minat. Seperti yang sudah saya paparkan di atas, kalau kamu suka dan paham betul dengan satu bab, maka kemungkinan besar tulisan kamu akan lebih dalam dan lebih cepat selesai.

#6 Pantangan Dalam Menulis dan Mengembangkan Ide

Resep cespleng menelurkan buku bestseller ini didesain khusus untuk orang sibuk. Jadi, jangan heran kalau kamu mempraktikkan tahapan tertulis di sini, maka hasilnya adalah buku kamu akan cepat selesai! Nah, supaya cepat selesai ada pantangan yang wajib kamu hindari, antara lain;

  • Memasukkan data-data penguat argumentasi (kutipan atau catatan kaki). Pasti butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengoleksi kutipan-kutipan seperti ini.
  • Jika alur yang kamu buat tidak teratur, maka tidak perlu kamu evaluasi terlebih dahulu. Evaluasi bisa dilakukan belakangan, setelah semua kerangka tulisan kamu lengkap!
  • Pengayaan dan editing. Lakukanlah setelah keseluruhan bab tersusun lengkap! Kalau baru nulis satu bab terus kamu cek ulang dan kamu benahi, pastinya hal ini akan sangat memakan waktu. Lakukan ricek di tahap akhir!

#7 Pendobrak Penjualan

Ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi penjualan suatu buku. Seperti sampul buku, isinya (tentu saja), teks promosi, pujian / pengukuhan (testimoni dari orang penting), dan yang paling menjual adalah judul buku! Konsumen tertarik pada buku melalui berbagai macam cara. Ada yang baru lihat sampulnya yang cerah merah merona langsung beli. Ada yang baca pujian dari seorang narasumber yang kebetulan adalah artis favoritnya di sampul belakang buku langsung beli. Dan, masih banyak lagi cara orang tertarik dengan buku.

Menurut Edy Zaques, orang lebih tertarik pada satu buku karena judulnya! Judul adalah iklannya iklan kamu. Jadi, ada beberapa saran dari Mr. Edy terkait dengan pembuatan judul. Judul itu harus

  • Unik. Memiliki kekhasan tersendiri, beda dan terlihat menonjol dari judul buku dengan tema yang sama.
  • Sensasional, bombastis dan di luar kebiasaaan.
  • Rahasia. Judul buku yang dibuat seolah-olah mengungkap sebuah rahasia.
  • Menjawab persoalan dan memberi solusi. Judul yang seperti cocok untuk buku fast book dengna format ‘How to’.
  • Menentang arus besar.
  • Memiliki kemiripan dengan judul-judul buku yang telah sukses sebelumnya.
  • Memanfaatkan istilah atau kalimat populer.
  • Jangan buat judul yang mengandung SARA, bersifat mengelabui, menyesatkan, dan menipu.

Selain itu, usahakan membuat 5 sampai 6 judul untuk tiap buku sebagai alternatif. Cobalah cari responden! Minta mereka untuk memilih satu judul terbaik. Setelah hasilnya keluar, kamu bisa manfaatkan judul yang paling banyak disukai oleh responden sebagai judul bukumu.

Terus, gimana kalau judul yang paling banyak dipilih sama responden ternyata berbeda dengan judul yang kita sukai? Dan, ternyata pula judul yang kita buat itu kurang menarik menurut responden. Tapi, kita udah jatuh cinta sama judul itu! Mudah saja, gak perlu bingung. Kalau kita mengalami hal seperti di atas, saran saya adalah maksimalkan subjudul!

“Judul biasa saja? Buat subjudulmu semenarik mungkin!”

#8 Proses Editing

Sudah selesai membuat kerangka tulisan? Sekarang saatnya editing! Beberapa hal yang bisa kamu cek adalah:

  • Salah ketik
  • Kesalahan pemakaian kata
  • Tanda baca > Semua yang terkait dengan EYD
  • Lengkapi dengan kata pengantar dan testimoni

#9 Pingin Dapet Endorsement?

Endorsement ini merupakan salah satu teknik pemasaran. Coba hitung, berapa banyak orang yang tertarik untuk membeli 9sebuah buku hanya karena baca cover ‘pujian’ dari orang ternama? Coba lihat buku di atas ini yang mencantumkan nama Uztad Arifin Ilham beserta komentar positifnya. Nah, bagi kamu yang suka ngikutin ceramah beliau dan selalu mengikuti anjurannya, maka buku ini bisa jadi masuk daftar list buku untuk kamu beli.

#10 Terbitkan Secara Mandiri atau Pake Jasa Penerbit?

Setelah menulis dan melakukan editing, tugas kita tentu saja belum selesai. Menurut penulis Resep Cespleng Menulis Buku Bestseller, setidaknya ada dua cara untuk menerbitkan buku. Yang pertama bisa pakai jasa penerbit atau menerbitkan sendiri.

Dan, kabar baiknya sekarang sudah tersedia banyak sekali penerbit independen yang setiap saat selalu mencari naskah baru. Ingat! Sebelum mengirimkannya ke penerbit, cobalah untuk memperhatikan beberapa hal berikut ini.

  • Punya sasaran pembaca yang jelas
  • Ada kemungkinan buku tersebut laku keras
  • Mengandung kelebihan dibanting dengan buku-buku lain yang sejenis
  • Penulisan dan bahasanya berkualitas dan sistematis
  • Isinya lengkap (foto, ilustrasi, tabel, diagram dll)
  • Bisa dimanfaatkan oleh pembaca
  • Judul yang menghipnotis
  • Jangan sampai memberatkan penerbit ya dari sisi biaya cetak
  • Bebas dari kesalahan ketik dan lain-lain (sudah melalui proses editing)
  • Lengkap dengan endorsement dari tokoh-tokoh yang relevan

Terus bagaimana dengan yang menerbitkan secara mandiri? Ada syarat-syarat yang harus kamu penuhi seperti, keyakinan kalau naskah kita bakal nge-boom. Punya saluran-saluran pemasaran tersendiri. Dan, yang paling penting adalah mampu secara finansial untuk mencetak maupun mempromosikan sendiri bukumu.

#11 Yuk Kita Promosi!

15

Percuma saja kita menulis buku bagus dan sudah diterbitkan, tapi tidak kita publikasikan. Iya benar! Setelah semua jadi kini saatnya kita promosikan buku supaya laris manis tanjung kimpul! Teknik promosi yang ada di bawah sini bisa kamu manfaatkan. Yuk kita bahas satu per satu.

  • Menyebar siaran pers
  • Meminta penulis meresensi buku kita. Kalau kamu masih penulis pemula, ada baiknya meminta peresensi untuk menuliskan kajian buku tersebut.
  • Menggelar peluncuran buku. Ini merupakan salah satu cara untuk memikat perhatian khalayak ramai dan media massa.

Sebenarnya masih banyak lagi cara untuk melakukan promosi buku. Dunia sekarang kan sudah canggih, cari saja di internet contoh-contoh siaran pers yang bisa membuat sebuah produk itu nge-boom. Dengan begitu bisa kamu jadikan acuan kan untuk peluncuran bukumu.

Advertisements