Pahami 4 Search Intent Ini untuk Bisa Menentukan Nilai Sebuah Kata Kunci


kata kunciBayangkan apa yang diinginkan pengunjung ketika mengetikkan kata kunci sebagai berikut:

  1. “mobil bmw terbaru”
  2. “beli mobil bmw”
  3. “beli mobil bmw bekas di bawah 50jt”

Kira-kira seperti ini urutan hasilnya:

  1. Ingin mengetahui jenis-jenis mobil bmw terbaru
  2. Ingin membeli mobil bmw
  3. Ingin membeli mobil bmw bekas dengan harga di bawah 50 juta

Iya! Itu dia yang disebut dengan search intent. Maksud dan tujuan dari si tukang ketik. Eh, si tukang ketik? Pengunjung maksudnya ciinn.

Oke kita lanjutkan lagi. Dengan mengetahui maksud dan tujuan dari kata kunci tersebut, maka kita bisa merancang konten yang diinginkan oleh pengunjung.

Misalnya saya mengetikkan “beli mobil bmw bekas di bawah 50jt”. Halaman pertama hasil pencarian, Google murni keyword researchmenampilkan situs penjualan. Sama sekali tidak menampakkan konten berupa artikel di halaman pertama.

Beda ceritanya kalau saya mengetikkan “mobil bmw terbaru”. Halaman pertama hasil pencarian Google juga menghadirkan konten berupa artikel.

keyword research

Karena niat saya memang tidak mau beli. Dengan mengetikkan kata kunci tersebut, saya ingin mendapatkan informasi mengenai tipe-tipe terbaru keluaran bmw.

Udah gak usah kelamaan basa basinya, langsung saja kita ke TKP untuk membahas detil apa itu search intent!

Search intent #1 – Informational

Sudah bisa ditebak kan? Keyword informational berarti membutuhkan informasi segera.

Contohnya:

  1. “cara menurunkan darah tinggi”
  2. “sejarah kota pati”
  3. “gejala kanker payudara”
  4. “siapa penemu radio”

Sajikanlah sesuatu yang informatif untuk konten semacam seperti di atas. Informational intent ini lebih sering disajikan Google dalam bentuk seperti ini.

keyword research

 

keyword research

keyword researchQuick answer yang merupakan layanan langsung dari Google ini membuat orang tidak perlu melakukan klik dan mengunjungi satu website tertentu.

So, hati-hati dalam memilih jenis keyword. Meskipun kelihatannya volume pencariannya tinggi, tapi belum tentu bisa menyumbang klik dari pengunjung.

Search intent #2 – Navigational

Panduan IM menegaskan bahwa keyword jenis ini memiliki tingkat pencarian tinggi, tapi tidak memberi manfaat apapun. Hal ini dikarenakan si pengunjung langsung mengunjungi suatu website tertentu ketikan ingin mencari informasi. So, website lain gak kebagian klik visitor deh.

Misalnya:

  1. “batik air”
  2. “login twitter”
  3. “metrotvnews”

Pengunjung yang langsung mengetikkan kata kunci semacam itu pastinya langsung pingin landing di website resminya. Mereka memanfaatkan Google atau mesin pencari lain hanya untuk transit!

So, jauhiii istilah semacam itu.

Search intent #3 – Commercial Investigation

Dalam waktu dekat, saya ingin membeli sebuah mobil bmw (baca: The Secret – hehehe). Jadi, saya sering mengunjungi beberapa laman untuk melihat-lihat. Kira-kira tipe apa yang cocok untuk saya. Warna apa yang klik di hati saya. Merah atau putih ya?

Yup, ketika ingin membeli suatu produk dengan harga yang tinggi, orang akan mencari informasinya terlebih dulu. Seperti yang sering saya lakukan akhir-akhir ini. Mereka bisa menanyai orang-orang yang sudah pernah beli atau lebih mudahnya bisa cek di mbah Google.

Tidak hanya itu, kita juga terkadang membaca buku atau koran-koran penyedia informasi yang kita butuhkan.

“Lagi ada promo gak sih?”

Kita melakukan hal tersebut karena ingin mendapatkan barang yang terbaik. Commercial investigation. Itulah jenis keyword yang ketiga. Keyword yang digunakan ketika ingin mempelajari tentang produk/jasa tertentu sebelum membeli.

Contoh:

  1. “mobil bmw bekas di bawah 50jt”
  2. “harga oppo neo 7”
  3. “tempat wisata terbaru di malang”

Kata kunci semacam inilah yang berpotensi menggaet pembeli. Meskipun tidak langsung beli saat itu juga, tapi setidaknya kan mereka kan sudah ada niat ‘mau membeli’.

Di bagian inilah kita harus beraksi. Iya! Beraksi dengan cara meyakinkan mereka! Sekarang, carilah keyword commercial investigation sebanyak-banyaknya yang terkait dengan produk atau jasa yang kamu jual. Lengkapi dengan konten berbobot dan tepat sasaran.

Search intent #4 – Transactional

Contoh:

  1. “beli laptop samsung series 9”
  2. “jual tas branded”
  3. “mobil bekas murah toyota”

Menurut kamu tergolong keyword jenis apa istilah-istilah di atas? 100 untuk kamu! Transactional keyword. Tingkat pencariannya memang tidak setinggi ketiga jenis keyword sebelumnya, tapi tingkat konversinya sangat besar.

“Kamu wajib memiliki transactional keyword jika menjual produk atau jasa”

Sayang seribu sayang, persaingannya sangat ketat. Karena ketika saya mencoba mengetikkan “jual tas branded”, laman yangdimunculkan oleh Google adalah laman sekelas zalora dan lazada.

kata kunci

kata kunci

Website yang dikelola oleh pemula akan sulit untuk bersaing dengan mereka. So, kita pakai strategi yang terakhir.

Are you ready???

Let’s go!

Bangun Strategi Kata Kunci

Have you got all the keywords? Udah jelas ya dengan semua penjelasan ke-4 jenis search intent? Dengan tingkat pencarian yang tinggi tapi tidak menghasilkan klik. Dengan tingkat pencarian rendah, tapi nilainya besar dan saingannya berat.

“Puciiiiing”

“Harus pake yang mana?”

Fokus di kata kunci transactional? Jangan, Jangan, Jangan!

Hindari, hindari, hindari!

Let’s not focus only on transactional keyword! Itu kesalahan. Karena kita ngebet dan menginginkan klik yang bisa segera berubah menjadi pembeli, kita jadi too much focus on transactional keyword. Dan, mengabaikan kata kunci lainnya.

And, the result may be like this:

  1. Visitor website kamu tidak mendapatkan informasi yang memuaskan
  2. Website kamu terlihat tidak kompeten
  3. Sulit menggaet peringkat tinggi karena konten tipis dan saingan ketat!

So, the right one is:

KOMBINASIKAN informational, commercial investigation, dan transactional!

kata kunciApablia kamu seorang yang cerdas dan mampu mengkreasikan banyak konten, perbanyaklah informational daripada kata kunci jenis lain.

Kalau belum mampu, jadikan commercial investigation sebagai keyword yang lebih mendominasi. The most important thing are:

  • Hindari penggunaan kata kunci transactional berlebih di konten kamu. Quality is number one. Not quantity!
  • Ingat! kata kunci informational harus terkait langsung dengan jenis produk atau jasa yang kamu jual.

 

 

Advertisements