Strategi Keyword: Memprioritaskan dan Menerapkan Keyword dari Hasil Riset ke Dalam Website


Sudah mengumpulkan ribuan keyword?

Bingung mau pilih yang mana?

Bingung juga mau diterapkan di bagian apa dan berapa kali?

Berarti sekarang kamu sedang berada di halaman yang tepat! Karena kita akan membahas cara menerapkan keyword hasil riset ke website.

#1 Melakukan analisan tingkat kesulitan

MozBar, SEOQuake atau TermExplorer? Which one do you choose?

Analisa manual tahap 1 – Filter keyword yang volumenya cukup tinggi

Karena jumlah kata kunci yang kamu kumpulkan cukup banyak, kita eliminasi dulu beberapa dari mereka.

Kita fokus pada kata kunci yang volumenya cukup tinggi! Dimana kamu menyimpan ribuan kata kuncimu? Dimanapun tempatnya saya sih gak peduli! hehehe. Yang penting sekarang buka aja.

Blok kolom-kolom berikut:

strategi keyword

Klik kanan di kepala kolom > Delete selected columns.

Selanjutnya blok kolom sisanya dan klik tombol filter:

Klik pada tanda panah di sebelah Avg. Monthly, lalu filter yang

strategi keyword

lebih besar dari angka yang kamu inginkan:

Volumenya terserah kamu. Dalam contoh, panduan Im menghapus kata kunci dengan volume pencarian lebih kecil dari 1000/bulan.

strategi keyword

Klik tanda panahnya lagi kemudian sort largest to smaller (sort Z-A untuk Google Sheets).

Analisa manual tahap 2 – Mendapatkan nilai kesulitannya

Lakukan pencarian di Google untuk keyword yang masih tersisa:

Sudah instal MozBar kan? Kalau sudah, gampang nih. Tinggal klik ikon warna hijau. Dan, tunggu beberapa saat hingga

strategi keyword

muncul presentasinya. Selanjutnya, kamu bisa tambahkan

strategi keyword

angka ke ke kolom tambahan “Difficulty”.

Analisa bisa dipermudah menyesuaikan dengan situasi dan kondisimu.

Analisa otomatis – dengan TermExplorer

Langsung saja ya . . .

  1. Klik menu Keyword Analyzer di bagian atas, klik ‘Start a Keyword Analyzer Project’.
  2. Paste keyword dari file Excel yang sudah anda simpan.
  3. Ubah negaranya dan  ‘Start Project’.

Tool akan memproses permintaan kita. Tarraaaa!

strategi keyword

Setelah selesai, klik tombol Download CSV:

strategi keywordSelanjutnya kita bisa membukanya dalam bentuk excel ataustrategi keyword googlesheet. Tingkat kesulitannya bisa kamu cek di kolom sebelah kanan.

DONE! Cukup satu langkah saja. Lebih mudah yang ini ya rasanya?

Analisa semi-otomatis – dengan Long Tail Pro

Kelemahan dari TermExplorer yaitu jumlahnya dibatasi. Kalau kita ingin analisa banyak keyword, maka kita harus bayar lebih. Tapi, kalau untuk pemula yang daftar keywordnya sedikit gak masalah kali ya.

Terus, kalau kita mau analisa banyak keyword bikin kantong jebol dong! Memperkenalkan Long Tail Pro!

#1 Klik Find Keywords, kemudian klik ‘Add My Own Keywords’

strategi keyword

Paste semua keyword anda, lalu klik ‘Generate Keywords & Fetch Data’.

Tunggu sampai prosesnya selesai.

#2 Klik ‘Calculate’ untuk mendapatkan tingkat persaingannya

strategi keyword

Proses analisa dari Long Tail Pro ini mungkin lebih lambat, tapi kamu bisa melakukannya sebanyak mungkin.

#2 Menentukan prioritas keyword

Berikut pertimbangan untuk menentukan prioritas kata kunci:

  1. Hindari keyword dengan volume (Avg. Monthly Searches) rendah tapi kesulitan tinggi
  2. Dahulukan keyword dengan volume tinggi dan kesulitan rendah
  3. Dahulukan keyword dengan volume menengah dan kesulitan tinggi
  4. Dahulukan keyword dengan volume rendah, kesulitan rendah, tapi sangat relevan dengan target pasarmu
  5. Dahulukan semua keyword yang sangat relevan, terlepas dari kesulitannya
  6. Hapus keyword yang tidak masuk akal

Selain itu, ada pertimbangan lain yang bisa membantu kamu.

  • Jangan hapus keyword-keyword dengan volume dan kesulitan tinggi. Manfaatkan nanti ketika websitemu sudah berkembang.
  • Lakukan analisa manual lagi berdasarkan panduan sebelumnya untuk website-website di halaman pertama Google dari tiap target kata kuncimu.

Hal ini dikarenakan angka persaingan tidak selamanya akurat.

Untuk mencatat prioritasnya, buat kolom baru bernama Priority di Excel anda. Kemudian masukkan angka dari 1, 2, 3,… sesuai prioritas yang anda inginkan.

strategi keyword

Buatlah kolom baru untuk menyimpan prioritas kata kunci.

Prioritas berdasarkan jenis keyword

Masih ingat dengan materi kita terkait search intent? Yup! Pertimbangan selanjutnya adalah 4 jenis search intent.

  • Informational
  • Navigational
  • Commercial investigation
  • Transactional

Kita punya koleksi untuk 3 jenis search intent! Lanjutkan dengan memerhatikan sisi kualitas dan kuantitas!

Dilihat dari kualitas, konten di kata kunci transactional harus paling tinggi, sedangkan informational paling rendah.

Secara kualitas, kualitas untuk konten di keyword transactional harus yang paling tinggi. Sedangkan informational paling rendah. Secara kuantitas, sebaliknya.

Kuantitas keyword informational lebih tinggi daripada transactional.

So, usahakan halaman website kamu yang mengincar keyword transactional jumlahnya tidak terlalu banyak tapi wajib BERKUALITAS.

The reason is . . .

Pengunjung lebih menyukai sesuatu yang bersifat informasi yang bisa memecahkan masalah. Mereka benci dengan halaman yang terlalu banyak penawarannya. Jadi, persiapkan konten informatif sebanyak-banyaknya.

#3 Memahami jenis konten yang tepat untuk keyword tertentu

Untuk kata kunci jenis comercial investigation dan transactional, kita tidak hanya membutuhkan konten berupa artikel, video, atau gambar.

Misalnya kata kunci “promo tiket pesawat”.

Pada kata kunci tersebut, kamu akan kesulitan masuk halaman 1 di hasil pencarian Google kalau cuma menyajikan konten berupa artikel baru yang berisi promo tiap bulan.

Kalau gak percaya, coba saja kamu lakukan pencarian di Google dengan kata kunci tersebut. Maka, sebagian besar laman yang ditampilkan adalah tool untuk mencari harga-harga tiket pesawat promo. Bukan artikel.

strategi keyword

Cara mengetahui tipe konten yang tepat

Sebelum membuat sebuah konten, bayangkan dirimu adalah calon dari pengunjung dengan kata kunci target kamu.

Dengan kata kunci tersebut, konten semacam apa yang kamu inginkan? Begini contoh kasusnya:

  • Keyword: “jual canon 60d”. Konten: halaman penjualan produk Canon 60D.
  • Keyword: “jual kamera dslr”. Konten: homepage dari toko online yang menjual kamera (karena keywordnya tidak spesifik).
  • Keyword: “kamera dslr”. Konten: penjelasan kamera DSLR.
  • Keyword: “kamera dslr terbaik”. Konten: artikel berisi daftar kamera DSLR terbaik
  • Keyword: “canon 60d”. Konten: halaman produk Canon 60D dari website resmi Canon

Start from now on, pastikan kebutuhan keywordnya seperti contoh kasus di atas.

#4 Menggunakan keyword di dalam konten

Sejak Google meluncurkan algoritma bernama Hummingbird, perkembangan pengoptimalan halaman atau SEO pun mulai berubah.

Saya masih sangat ingat ketika menjadi content writer sewaktu kuliah. Bos saya mewajibkan kami karyawannya untuk selalu membubuhkan kata kunci utama dalam bentuk bold, italic dan underline yang harus disebar ke beberapa paragraf. Tujuannya supaya Google atau mesin pencari lain paham bahwa halaman tersebut mengincar keyword tadi.

Sekarang? Trik semacam itu sudah basi! Kenapa? Karena Google itu jenius! Kita tidak perlu menulis keyword di dalam konten, kalau sudah jelas konten kita membahas tentang keyword tersebut, Google pasti paham.

Dengan adanya Hummingbird, Google bisa paham TOPIK dari sebuah halaman meskipun kita sama sekali tidak menulis keywordnya.

So, what is the next? Terus kita harus ngapain?

  • LUPAKAN SEO
  • Jangan pusingkan dimana harus menaruh keyword! Manfaatkan sebagai topik saja
  • Tidak perlu di-bold/italic/underline untuk tiap kata kuncinya

Sebaliknya, tempatkan kata kunci di

  1. Judul halaman
  2. URL
  3. Backlink
  4. Gambar yang kamu sisipkan

 

 

 

 

Advertisements