7 Dosa Besar yang Menggagalkanmu Membangun Brand di Sosmed (Kesalahan Yang Sering Terjadi)


strategi social media marketing

Udah punya akun sosmed. Profil sudah dibikin lengkap dan profesional. Udah rajiin nge-post berkali-kali. Yang nge-like juga lumayan banyak. Tapi, kok stagnan sih? Pemesanan barang dan jasa yang saya tawarkan omzetnya segitu-gitu aja.

Kebanyakan dari kita tidak mengenal apa itu proses. Maunya bikin akun, ngepost langsung pemesanan nge-booom??!!! Dipikir social media ini magic apa ya? Supaya kita gak mundur sebelum berperang menggunakan senjata social media marketing ini, sebaiknya kamu pahami dulu 7 dosa besar yang bikin kamu gagal bangun brand.

#1 Berharap pemesanan langsung nge-boom

strategi social media marketingPas kamu buka FB, Twitter dan Instagram apa tujuan kamu? Cuma sekedar membaca pemberitahuan atau mau membeli suatu barang?

Infografis di atas menyimpulkan bahwa 94% membuka sosmed untuk tujuan keluarga teman. Melihat foto, chatting atau melihat pemberitahuan.

62% pengguna sosmed merasa merasa bahwa jejaring tersebut tidak mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli.

So, kalau kamu membuat akun, promosi berkali-kali lalu berharap omzet meningkat.. itu namanya mimpi. Tapi, jangan khawatir dulu. Panduan IM sudah mempersiapkan beberapa solusi untuk kita manfaatkan:

Solusi kesalahan #1:

Ubah tujuan kamu. Aktif di sosmed bukan untuk promosi atau jualan. Tapi, untuk membangun reputasi brand. Membuat kita lebih dekat dengan calon konsumen.

Sebelum kamu membangun brand lewat sosmed, coba tengok beberapa akun sosmed brand terkenal. Udah contek aja cara mereka!

#2 Hobinya ngomongin diri sendiri

strategi social media marketing

Bisa kamu simpulkan sendiri? Berdasarkan alasan penggunaan, apakah ada yang dengan sengaja mencari “produk terbaru dari perusahaan C” di sosmed?

NOTHING!

Mereka berkunjung ke sosmed hanya untuk mencari kabar teman, keluarga dan konten yang menarik.

Jadi, kalau kamu tiap menit update promo produk terbaru ya gak bakalan digubris.

Solusi kesalahan #2:

Manfaatkan konten menarik yang sering mereka cari di sosmed! Karena tidak ada orang yang peduli dengan bisnis kamu, kemaslah postingan kamu sebagai konten yang ciamik. Ini saya kasih satu contoh penggunaan social media luar biasa, oleh Zenius:

strategi social media marketing

Bungkuslah konten secara menarik dan memberikan manfaat pada pengunjung dan relevan dengan produk yang kamu jual.

#3 – Konten adalah raja? Bukan bukan bukan

Social media itu berbeda. Kualitas konten sangatlah penting. Tapi, harus diimbangi dengan konteks yang tepat.

Apa itu konteks? Sesuatu yang melatarbelakangi sebuah kejadian, ide, pernyataan, atau gagasan sehingga semuanya terhubung dan bisa dipahami dengan jelas.

Misalnya nih kamu nge-share suatu konten yang mengaduk-aduk perasaan pelanggan. Setelah mereka baca konten kamu, mereka tertarik. Kamu juga mendapatkan banyak like, share atau retweet.

Tapi, sayangnya tidak ada peningkatan untuk pemesanan produk dan jasamu. Jadi, apa yang kamu bagikan di sosmed tidak sesuai dengan konteks, maka orang-orang yang tertarik bukanlah orang yang tepat sasaran.

Solusi kesalahan #3:

Ciptakan buyer persona. Istilah apaan tuh?

Buyer persona adalah profil atau gambaran dari orang-orang yang akan tertarik dan mampu untuk membeli dari kamu.

Misalnya nih kamu jualan herbal untuk mengurangi rasa kecemasan berlebih. Maka, persona-nya merupakan orang-orang yang sering ikut terapi dan bergabung di forum-forum untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Selidiki konten semacam apa yang bisa membuat mereka tertarik dan ngeh sama postingan kamu.

#4 – Gunakan social media dengan benar!

Social media adalah tempatnya bersosialisasi. Bukan selling media tempatnya orang pada jualan. Jadi, gunakan sosmed untuk bersosialisasi dengan orang lain.

strategi social media marketingPercuma aja kalau kamu belum ada follower, belum ada traffic dari luar tapi yang kamu lakukan adalah koar-koar di akunmu sendiri!

It does not work!!!

Solusi kesalahan #4:

Pertama jaring orang-orang yang tertarik dulu, tujuannya adalah untuk mendapatkan traffic. Caranya ya harus bersosialisasi melalui 2 arah:

Bersosialisasi ke luar melalui Facebook Groups dengan strategi:

  • Postingan menarik
  • Menjawab pertanyaan-pertanyaan orang lain
  • Berdiskusi yang bermanfaat
  • Undang mereka ke tempat kamu

Bersosialisasi ke dalam artinya kita berkomunikasi dengan orang-orang yang menulis komentar dan mention untuk akun kamu. Tunjukkan bahwa kamu adalah manusia, bukan robot.

#5 – Cara licik untuk menggaet follower dan like itu haram

Pernah ketemu sama orang yang menjual follower Twitter dan like Facebook dengan harga sangat murah?

Contohnya ini:

strategi social media marketing

FB punya algoritma yang menganalisa tingkat interaksi antara sebuah page dengan orang-orang yang menyukai halaman itu.

Coba bayangkan, kalau follower itu kamu beli? Mereka pasti like, tapi gak bakal melakukan interaksi! Karena gak tertarik.

Nah, ketika interaksinya rendah maka algoritma tadi secara otomatis akan menganggap bahwa page kamu adalah spam. Semuanya akan ter-filter secara otomatis sehingga seluruh post kamu tidak akan pernah masuk ke News Feed mereka.

Solusi kesalahan #5:

Cara licik itu sama dengan membunuh page FBmu. Jadi, jangan pernah membeli follower atau like. Konten menarik, bermanfaat dan relevan dengan produk atau jasamu tetaplah umpan terbaik untuk calon konsumen di sosmed!

#6 – Terapkan Prinsip 4E! Bukan 4P

4P merupakan bauran pemasaran yang terdiri atas:

  • Product
  • Price
  • Promotion
  • Place

Hal ini dilakukan untuk melakukan ‘identifikasi’. Dimana sih posisi bisnis kita jika dilihat dari 4 poin tersebut. Dengan demikian, kamu bisa merencanakan strategi pemasaran yang oke. Tapi, beberapa dari kita sering salah mengambil tindakan 4P ini dengan:

  • Product: berbicara tentang keunggulan produk
  • Price: memberitahu harga produk, memberikan diskon
  • Place: memberitahu lokasi toko
  • Promotion: mengajak mereka untuk membeli

1oo% SALAH!

No one care! Gak akan ada yang peduli.

Solusi kesalahan #6:

Karen 4P itu hanya dilakukan di belakang layar, tidak untuk diungkapkan secara langsung kepada calon konsumen.

Yang kamu lakukan haruslah 4E:

  • Engage: ajak mereka berinteraksi
  • Educate: buat konten yang informatif, mendidik, bermanfaat
  • Excite: buat konten yang membuat mereka antusias agar mereka kembali lagi kepada anda
  • Evangelize: buat mereka supaya merekomendasikan produk anda kepada orang lain

Dijamin sukses!!!strategi social media marketing

#7 – Social sebagai satu-satunya media pemasaran

Pernah membayangkan Twitter atau FB menutup akunmu? Punya ribuan follower, punya banyak likers yang mengikuti postinganmu. Eh, tiba-tiba si Mark Zuckerberg ingin menutup FB karena dia merasa sudah terlalu kaya. hehehe.. Imajinasinya keterlaluan nih. Pura-puranya aja ya, jangan diambil hati bang Mark!

Tapi, bisa jadi tuh karena satu alasan tertentu akun sosmedmu ditutup. Padahal penyumbang omzet terbanyak ada di sosmed tersebut. Selain itu, kamu tidak punya kontak langsung ke pelanggan-pelanggan yang terbiasa berinteraksi denganmu di sosmed tadi. Social media juga tidak mengijinkan kamu untuk mendapatkan kontak mereka.

Itulah kelemahan terbesar dari social media.

Solusi kesalahan #7:

Dalam pemasaran online, kita mengenal 4 jenis media:

  • Owned media: milik kita sepenuhnya. Misalnya website, email list, blog
  • Paid media: iklan berbayar
  • Earned media: kustomer loyal yang merekomendasikan bisnis kamu
  • Rented media: social media (Facebook, Twitter, dll.)

Kita sebenarnya cuma menyewa tempat di sosmed. Follower kamu di FB bukan milikmu, tapi milik bang Mark Zuckerberg, pendiri Facebook. Yang harus kamu sadari adalah paid dan rented media itu hanya sarana untuk mengembangkan owned dan earned media, yang merupakan 100% milik kamu.

Social media hanyalah perantara saja untuk menggiring calon konsumen ke website kamu (owned media).

Berikut adalah hal-hal yang bisa kamu hindari atau lakukan terkait sosmed:

Jangan lakukan ini:

  • Mencari ‘pembeli langsung’ di social media
  • Menggunakan FB Ads untuk langsung mendapatkan pembeli
  • Membuat konten hanya di social media
  • Membuka “toko” di social media

Lakukan ini:

  • Bangun brand di social media
  • Gunakan FB Ads untuk mendapatkan kontak mereka
  • Buat konten di website sendiri, gunakan social media sebagai tempat distribusinya
  • Giring orang yang ingin membeli ke website anda

Hindari mengandalkan tempat yang bukan milik kamu. Hasil akhirnya haruslah owned media menyumbang pendapatan tertinggi dibandingkan rented media.

 

 

Advertisements