Inilah Cara Membangun Brand Bisnis Kamu di Media Sosial (Memahami Social Media Marketing)


strategi social media marketingBBM, Facebook, Line, Twitter, Instagram bukan lagi social media. Mereka selling media! Bener gak? Setiap hari selalu ada saja orang yang memasukkan saya ke grup jualan online. Padahal saya sendiri gak begitu suka berbelanja online. Bahkan belum pernah! Jadi, kadang saya sebel sama mereka yang suka BC gak penting soal produk atau jasa yang mereka jual.

Tapi, kok sekarang saya malah kerja di bidang ini ya? Nah loh! hehehehe. Ya sudahlah, gak usah dibahas lebih panjang lagi. Ntar ni halaman gak jadi website belajar tapi jadinya website curhatan. Oke! Lanjut lagi ke materi hari ini mengenai social media marketing.

Banyak netter yang putus asa dengan media sosial yang dijadikan tempat promosi! Mereka mengaku pada awalnya produk atau jasa yang dijual langsung booming! Tapi, lama kelamaan kok stagnan sih. Malah gak ada perkembangan.

“Medsos gak begitu banyak membantu”, ketusnya.

Apakah ini juga terjadi pada kalian? Kalau iya, kamu patut mantengin halaman ini sampe kelar. Bersedia? Kalau iya, siap-siap saja brand produk atau jasa kamu jadi lebih cakep karena strategi social media marketing berikut.

#1 Cukup SATU SAJA!

Kalau kamu mampu berbuat adil silahkan saja kelola beberapa akun medsos. Tapi, pada kenyataannya kemampuan kita itu terbatas.

  • Waktu
  • Tenaga Manusia
  • Biaya
  • Ilmu

Lebih baik optimalkan satu akun yang bisa mewakili produk atau jasa yang kamu tawarkan. Karena, selain 4 keterbatasn di atas, social media marketing tidaklah sesederhana yang kamu pikirkan. Menurut pengalaman saya yang paling sering gabung di sosmed jualan online, mereka setiap menit selalu promosi!!! Nyebelin gak sih! Pemberitahuan saya sesak penuh dengan barang-barang yang bahkan saya kepikiran untuk beli saja enggak.

So, untuk menghindari kesalahan mereka yang sudah-sudah kita disarankan tidak hanya sekadar update gambar barang atau jasa saja supaya cepat laku. Nah, pada tahapan pertama ini kita harus milih salah satu dari beberapa aplikasi sosmed yang tersedia.

strategi social media marketing

Dari infografis di atas, bisa disimpulkan bahwa jejaring sosial Facebook menempati posisi pertama untuk pengguna terbanyak. Kemudian disusul dengan Twitter di posisi kedua.

strategi social media marketing

Grafik yang di atas memperlihatkan pada kita mengenai penggunaan social media sesuai rentang umur. Facebook masih menempati posisi pertama!

“Berarti saya harus fokus untuk pengoptimalan akun facebook nih”

Jangan langsung ambil kesimpulan seperti itu dulu. Karena masih ada 2 poin lagi yang wajib kamu perhatikan sebelum menjatuhkan pilihan. Yaitu:

  • Audiens
  • Produk atau jasamu

Manfaatkan Facebook jika:

Facebook memiliki pengguna yang beragam dari berbagai minat dan usia. Konten yang bisa kamu bagikan pun beragam, mulai dari teks, gambar, video dan link. Jadi, manfaatkanlah berbagai konten. Jangan cuma ngeshare teks doang.

Tapi, sayangnya FB punya penjaring yang ketat. Jadi, hanya kurang dari 1% dari orang yang mengikuti Page kamu akan aktif berinteraksi. Selain itu, konten di Facebook tergolong rendah, tapi kualitasnya harus tinggi.

Manfaatkan Twitter jika:

Rata-rata pengguna twitter masih muda! Aseek. hehehe. Berdasarkan grafik di atas, Twiiter lebih banyak digunakan oleh mereka dengan usia 18-35 tahun. Status yang bisa kamu share di Twitter tidak bisa lebih dari 160 karakter. Jadi, konten yang kamu bagikan haruslah singkat dan bersifat santai. Selain itu, manfaatkan juga untuk nge-link ke website kamu.

Sekarang, lihat kembali produk atau jasa yang ingin kamu tawarkan. Kalau bisa dipromosikan dalam 160 karakter dan bisa membuat orang lain untuk main ke websitemu, manfaatkan nih Twitter.

Berita baiknya nih, tidak ada filter. Kamu bisa menjangkau follower di Twitter lebih mudah dibandingkan FB. Oleh karena itu, frekuensi konten di Twitter sebaiknya lebih tinggi daripada FB.

Manfaatkan Instagram jika:

Jangan pakai IG

Lhoh, gimana sih? Subjudulnya minta manfaatkan IG. Kok keterangan di bawahnya malah dilarang? Iya, jangan pakai IG, kalau gak bisa menyajikan foto yang bagus atau foto yang kamu punya standar aja.

Produk atau jasamu bisa dicekrek-cekrek dengan indahnya? Apaan sih cekrek-cekrek maksudnya? hehehe. Bahasa anak kekinian mah gitu! Maksudnya gini nih, kalau kamu bisa menyajikan konten berupa foto yang ciamik dan profesional pakailah IG.

Untuk Indonesia, pengguna IG berusia lebih dari 45 tahun hampir tidak ada. Karena sebagian besar penggunanya masih muda, jadi tingkat interaksi oleh follower di IG jauh lebih tinggi. Selain itu, IG juga bisa dikelola bersama FB dan Twitter. Karena kontennya hanya berupa gambar, gambar yang kamu unggah di IG bisa kamu manfaatkan lagi untuk dibagikan di FB dan Twitter.

Manfaatkan Google + jika:

Tanya: Ingin mendapatkan posisi yang bagus di hasil pencarian Google?

Jawab: Iya

Pakai saja Google +. Meskipun tidak begitu ramai, tapi masih layak untuk dimanfaatkan. Karena menurut saya pribadi, komunitas di Google + adalah mereka yang cenderung lebih serius. So, carilah komunitas yang sesuai dengan produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Manfaatkan LinkedIn jika:

Cek lagi produk dan jasa yang kamu jual. Udah? Kalau target pasar kamu bukan perorangan, melainkan bisnis. Gunakanlan LinkedIn sebagai sarana untuk promosi. Jadi, untuk kamu yang model bisnisnya adalah Bisnis ke konsumen agaknya kurang cocok.

Tapi, untuk bisnis ke bisnis cocok banget!

#2 Kepribadian apa yang kamu pakai?

Sudah dapat pencerahan terkait medsos apa yang paling sesuai untuk bisnis kamu? Tahap selanjutnya adalah ‘penentuan kepribadian’.

Kepribadian 1: SANTAI

strategi social media marketing

Kepribadian 2: SERIUS

strategi social media marketing

2 poin yang patut kamu pertimbangkan terkait pemilihan kepribadian ini:

  • Cerminan dari bisnis kamu
  • Audiens dari bisnis kamu

Karena di negeri kita sendiri, bahasa yang kita pakai sehari-hari kan ada 2 jenis. Yaitu bahasa baku dan bahasa gaul. Ini istilah saya saja ya. Jangan dijadikan acuan.

Jadi, pada tahap ini pastikan kamu memilih kepribadian yang sesuai dan gunakan secara konsisten.

Ini beberapa kepribadian yang harus kamu tentukan di awal:

strategi social media marketing

Untuk memudahkan kamu dalam memilih, saya akan membantu kamu dengan beberapa pertanyaan berikut:

  • Brand kamu manusia? Seperti apa karakternya?
  • Perhatikan juga karakter dan gaya bicara auidens!
  • Hubungan apa yang ingin kamu miliki dengan audiens?
  • Apa tujuan dari kontenmu? Pikirkan kepribadian yang cocok untuk kontenmu?
  • Kesan apa yang ingin kamu dapatkan dari orang lain?

#3 Strategi konten untuk sosmedmu

Konten tidak menarik tapi berani promo tiap menit? Hasilnya sama dengan BULLSHIT! Membagikan konten untuk tiap akun sosial media itu tidak asal-asalan. Pertama, pahami dulu 3 aspek kesuksesan dalam social media marketing ini:

  • Kualitas konten
  • Pemilihan waktu posting
  • Frekuensi posting

Selain konten menarik yang harus kamu perhatikan, pemilihan waktu yang tepat juga menentukan tingkat keberhasilan kamu. Demikian pula dengan jumlahnya. Ada beberapa jenis konten semacam teks, link, gambar, dan video. Setiap jenis konten memiliki jumlah interaksi yang beda, tanggapan audiens berupa like/share/retweet pun berbeda.

Jenis postingan di sosmed!

strategi social media marketing

Grafik di samping memperlihatkan pada kita mengenai tweet yang paling banyak mendapatkan retweet. Di urutan pertama adalah Photo URL, kemudian diikuti dengan Video URL.

Bagaimana dengan FB?

strategi social media marketing

Ternyata link mendapatkan jumlah jangkauan terbesar, hingga 18% untuk Page yang memiliki like di atas 10 ribu. Disusul teks dan foto dengan prosentase antara 7-11%.

Jadi, kalau kamu fokus untuk sosmed FB, usahakan untuk menggunakan link.

Tema konten

Udah paham kan sekarang, bahwa link merupakan jenis konten terbaik. Dan, kemudian diikuti oleh foto dan teks.

Berdasarkan artikel dari HubSpot ini, berikut adalah tipe konten yang paling banyak mendapatkan share ke social media:

  1. List-post: artikel berupa daftar [22.14%]
  2. Why-post: artikel penjelasan ‘mengapa’ [22.32%]
  3. Videos: [18.94%]
  4. How-to: artikel panduan [18.42%]
  5. What-post: artikel penjelasan ‘apa’ [17.88%]

Jadi kesimpulannya, post yang mendapatkan jangkauan terbesar di social media adalah yang berupa link. Link yang terpopuler adalah yang berisi artikel berupa daftar.

Ssssttt,, jangan pindah channel dulu cin! Masih ada satu rahasia lagi yang bikin kontenmu di sosmed mendapatkan banyak share!

YANG BISA MENGGUGAH PERASAAN!!!

strategi social media marketing

Jadi, konten yang bisa mendapatkan perhatian khalayak ramai berupa share adalah konten yang bisa mengaduk-aduk perasaan pembaca:

Perasaan yang paling tinggi yaitu:

  1. Awe (kagum)
  2. Laughter (lucu, tertawa)
  3. Amusement (hiburan)
  4. Joy (bahagia)
  5. Anger (marah)
  6. Empathy (empati)

Jenis post terbaik adalah link menuju artikel daftar (list post) yang disertakan foto dan mampu membangkitkan perasaan kagum. Intinya semacam itu, tapi lebih baik lagi kalau kamu punya resep sendiri. Karena tidak semua bidang industri, target pasar dan demografi mempunyai ketertarikan yang sama.

Jumlah dan waktu yang tepat!

Ringkasnya seperti ini frekuensi yang sesuai untuk masing-masing social media:

  • Facebook: maksimal 2x sehari dan 5-10x seminggu
  • Twitter: 5x sehari atau lebih
  • LinkedIn: 1x per hari dan 20x per bulan
  • Google+: maksimal 3x sehari
  • Pinterest: 5x sehari atau lebih
  • Instagram: 1-2x sehari atau lebih

Bagaimana dengan waktunya?

Ini waktu yang terbaik untuk membuat tweet agar mendapatkan jumlah klik terbanyak, berdasarkan sumber yang saya dapatkan dari Panduan IM:

strategi social media marketing

 

Untuk Facebook, perhatikan page yang kamu miliki.

Gambar di bawah merupakan data dari Panduan Im. Follower untuk website tersebut, paling sering online di jam 9 malam. Jadi, waktu terbaik untuk posting sekitar 1-2 jam sebelumnya.

strategi social media marketing

Periksa sendiri untuk Facebook Fans Page yang kamu miliki ya?

#4 Atur jadwal rutin untuk social media

Yang harus kamu sadari di sini adalah istilah BERKELANJUTAN! Jadi, jangan cuma sekali dua kali post, lalu berharap brand kamu langsung nge-boom.

Tapi, lakukanlah beberapa hal ini untuk membangun brand secara berkelanjutan:

  • Berinteraksi dengan follower dan influencer
  • Perencanaan konten
  • Analisa statistik dan goal
  • Perencanaan dan eksperimen

Oleh karena itu, pengoptimalan untuk akun sosmed bisnis kamu haruslah dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Berikut ringakasannya.

Tugas harian:

  1. Membalas mention, pesan, dan komentar yang masuk
  2. Melakukan monitor kata kunci
  3. Menerbitkan/menjadwalkan konten baru
  4. Mencari bahan untuk konten baru
  5. Mencari orang yang punya banyak follower (influencer)
  6. Berinteraksi dengan influencer
  7. Berinteraksi dengan follower
  8. Membuat gambar untuk konten
  9. Membuat konten untuk komunitas

Tugas mingguan:

  1. Analisa konten dalam seminggu terakhir
  2. Analisa peningkatan dan penurunan yang terjadi
  3. Analisa terhadap goal dan sasaran yang sudah ditentukan
  4. Analisa hashtag
  5. Mengadakan event (webinar, Twitter chat, dll.)
  6. Mencari komunitas baru
  7. Optimasi website untuk social media

Tugas bulanan:

  1. Memeriksa goal yang sudah dibuat
  2. Membuat goal baru
  3. Merencanakan eksperimen baru untuk sebulan depan
  4. Update foto profil, deskripsi, bio
  5. Melakukan penyesuaian terhadap frekuensi dan jadwal posting

 

Advertisements