Bagaimana Konten Unggulan Bisa Menghasilkan Backlink Berkualitas dan Rangking 1 di Google?


content marketingKenapa websitemu tak kunjung mendapatkan rangking 1 di mesin pencarian? Meski sudah sering submit link ke: komentar blog, social bookmark dan article directory. Eh, bukannya dapat rangking 1 malah kena penalti dari Google gara-gara keseringan submit. Dan, ternyata ‘submit’ ke beberapa area seperti di atas pengaruhnya kecil!

Percumakah? Nggak juga. Asal dilakukan sewajarnya saja.

Masih juga tidak mendapatkan backlink berkualitas dan mencapai rangking 1? Hem, pasti karena salah sasaran!

Website rame banyak yang ngunjungin! Bangga kan? Tapi, nyatanya mereka tidak bisa memberikan backlink. Karena yang sering main ke websitemu adalah mereka yang gak punya website. Sedangkan mereka yang bisa memberikan backlink (pemilik website lain dengan niche sejenis) menganggap konten yang kamu bagi biasa saja.

Di sinilah kunci dari backlink berkualitas dan rangking 1 di mesin pencari: KONTEN UNGGULAN!

Alasan linker menyumbang backlink untuk websitemu

Kalau bahasan di atas ditarik garis merahnya (ceileh sok puitis nih!) maka, konten yang bisa membuat linker kagumlah yang bisa menggerakkan tangan mereka untuk menyumbang backlink ke websitemu.

Selain itu, kontenmu pun harus memenuhi beberapa syarat dari Panduan IM seperti berikut:

  • Topiknya menjelaskan lebih lanjut terhadap suatu konsep yang mereka tulis di website-nya sendiri
  • Jauh lebih berkualitas daripada seluruh konten yang pernah ada. Sehingga lebih diutamakan daripada konten lain yang sejenis
  • Isinya membahas tentang mereka, atau mereka ikut berpartisipasi
  • Konten tersebut bisa bermanfaat bagi audience mereka
  • Anda kenal dengan mereka
  • Konten anda mengandung elemen pemicu popularitas

Cara meracik konten unggulan!

#1 – Temukan linker di bidangmu

Website ini di bidang internet marketing, jadi sebaiknya saya mencari website dengan bidang yang sama. Kurang lebih strategi kita seperti ini:

  1. Cari linker, lihat konten mereka seperti apa
  2. Buat konten yang jauh lebih bagus
  3. Jalin hubungan dengan mereka
  4. Backlink!

Di bahasan awal saya mengatakan bahwa kamu harus mencari linker dengan bidang yang sesuai. 4 orang inilah yang bisa kita sebut dengan linker:

  • Blogger
  • Penulis artikel di website lain
  • Jurnalis, penulis berita
  • Seleb Twitter (orang yang punya banyak follower)

Tentu saja mencari mereka yang mampu memberikan link sekaligus share ke sosmed seperti 4 orang di atas ini tidak mudah. Tapi, santai saja saya sudah persiapkan metodenya. Silahkan dibaca:

#1 Surfing di Google

Lakukan pencarian di Google dengan kata kunci sebagai berikut (sesuaikan dengan bidangmu)

  • Blogger [niche] Indonesia
  • Blog [niche]
  • Artikel [niche] terbaik

content marketing

Saya memberikan contoh dengan mengetikkan kata kunci ‘blogger internet marketer’. Dan, salah satu website yang keluar adalah milik Max Manroe dengan slogan websitenya ‘Belajar Internet Marketing’.

#2 Situs komunitas, social media, dan social bookmarking

Kamu akan banyak bertemu dengan pemilik blog baru kalau bergabung dengan ketiga situs tersebut.

Belajar bareng mulai dari nol memang lebih menenangkan karena lebih mudah diajak berkomunikasi. Jadi, manfaatkan beberapa komunitas di situs-situs berikut untuk belajar bareng:

  • Facebook Groups
  • Google+ Communities
  • Kaskus
  • Citizen6 Liputan6
  • Log Viva

#3 Temukan akun Twitter dengan banyak follower

Tool gratis bernama Followerwonk bisa kamu pergunakan untuk mencari akun Twitter nge-hits berdasarkan kata kunci. content marketingSaya mencoba melakukan ‘search bios’ untuk kata kunci minat bakat.

Dalam sekali klik, muncul 254 akun Twitter dengan follower bejibun. Tentu saja akun-akun yang muncul masih ada kaitannya dengan minat bakat.

#4 Temukan website yang memasag link ke linker

Sudah mencoba tool Followerwonk? Di sana kamu akan menemukan beberapa akun yang pasti sudah punya beberapa backlink. Kita cari orang-orang yang memasang link ini.

Caranya, kunjungi dulu Open Site Explorer. Masukkan website yang sudah kamu temukan. Pada menu Link Type pilih ‘only follow’.

content marketing

Muncullah beberapa website yang sudah memasang link kepada linker. Simpan semua datanya. Untuk website yang sudah di-update selama setahun, sebaiknya kamu abaikan.

#2 Pertimbangkan ide konten menarik!

Jangan hanya sekedar membuat konten yang menarik? Karena konten menarik saja belum tentu bisa menggaet linker untuk memberikan link. Misalnya nih saya ada konten dengan judul ’13 rahasia membersihkan wajah supaya kinclong’

Judul ini cukup untuk menarik orang biasa. Tapi, tidak cukup mampu menarik linker lho. Jadi, kerahkan seluruh kreatifitasmu untuk mempersiapkan ide konten unggulan dengan cara mencari topik yang pas terlebih dahulu.

Topik kamu harus merupakan salah satu dari STEPPS ini:

  1. Social currency: bisa membuat mereka bangga atas identitasnya
  2. Triggers: langsung terpikirkan ketika seseorang berbicara tentang sesuatu
  3. Emotion: bisa membangkitkan perasaan
  4. Public: topik yang populer atau sedang hangat
  5. Practical value: isi dari topik itu bisa dipraktekkan
  6. Story: kisah seseorang atau kejadian yang berhubungan dengan mereka

Untuk lebih lengkapnya kamu bisa cek panduan SEO ini.

Cara menjaring ide topik

Sudah menentukan salah satu kategori dari STEPPS? Selanjutnya kita akan membahas bagaimana mencari ide untuk topik konten unggulanmu.

Kamu bisa mencoba beberapa hal berikut:

  1. Lihat website milik linker. Buat konten dengan intisari sama, tapi kualitasnya harus jauh lebih baik.
  2. Situs komunitas. Manfaatkan masalah yang paling sering dikeluhkan oleh anggota forum tersebut untuk membuat konten yang bisa menyelesaikan masalah mereka.
  3. Lakukan pencarian di Google dengan memasukkan topik utama untuk mendapatkan topik yang lebih spesifik.
  4. Gunakan BuzzSumo atau Ahrefs Content Explorer untuk melihat konten-konten terbaik dalam suatu topik.
  5. Ikuti proses mendapatkan ide tulisan di WhattoWrite.org.
  6. Baca panduan mencari topik konten ini.

“Niche website saya kurang luas dan belum bisa nemu linker dan topik yang pas nih!”

Ketemu masalah semacam ini? Jangan khawatir. Karena kamu bisa memanfaatkan niche website yang lebih luas. Saya punya bisnis yang menjual satu produk khusus yaitu, ‘masker wajah’. Tidak ada website besar yang bisa menjadi rujukan untuk website saya.

Caranya gampang. Karena ‘masker wajah’ ini berhubungan dengan perawatan wajah, kosmetik dan gaya hidup ya cari saja website dengan niche semacam ini.

Seperti ini contohnya:

  • Kosmetik & Fashion: kosmetik yang cocok untuk jenis fashion tertentu
  • Kosmetik & Wedding: teknik makeup untuk wedding
  • Kosmetik & Kesehatan: pengaruh kosmetik terhadap kesehatan kulit
  • Kosmetik & Karir: tips makeup ketika wawancara kerja
  • Kosmetik & Travel: tips membawa kosmetik secukupnya ketika berlibur

Dengan cara menyilangkan seperti ini kamu bisa menangkap niche yang lebih luas. So, semakin banyak deh linker yang relevan denganmu.

#3 – Mau konten yang berbobot? Lakukan riset

COPY PASTE = HARAM!

Itu sudah jelas. Kamu gak bakal masuk rangking di hasil pencarian. Boro-boro masuk hasil pencarian, ujung-ujungnya websitemu bisa dibanned sama Google.

Selain copy paste, ada juga trik lain yang terkenal dengan sebutan TULIS ULANG. Ini tidak jauh beda dengan COPY PASTE. Hanya saja urutannya kadang diacak.

Google tidak menganggap bahwa itu merupakan konten duplikat, tapi kita yang berkunjung pasti sadar bahwa itu hasil tulis ulang dan tidak ada informasi baru di dalamnya.

Di sinilah fungsi dari riset yang akan kamu lakukan. Untuk memastikan konten yang kamu buat itu bukan copy paste/tulis ulang. Melainkan konten baru yang asli dan merupakan hasil dari racikan sumber-sumber yang sudah kamu riset sebelumnya.

Terapkan metode KTP untuk melakukan riset

Inti dari metode KTP adalah mengumpulkan sumber-sumber relevan yang sudah ada. Menyusunnya dengan lebih baik, lebih terstruktur dan yang paling penting adalah menambahkan ide baru.

Karena tidak semua orang bisa menciptakan konten yang 100% baru. Berikut tahapannya:

  1. Kumpulkan > 5 konten dalam topik sejenis, pelajari
  2. Catat kelebihan, kelemahan, dan elemen yang unik dari masing-masing konten
  3. Susun struktur konten baru yang menutup semua kelemahan tadi

Lebih lanjutnya bisa kamu cek di sini.

#4 – Racik konten jempolan dari bahan riset

Semua itu butuh proses.

Muak kan dengernya? hehehe. Tapi, memang itu keadaannya. Untuk membuat konten jempolan yang bisa menggaet linker membutuhkan proses.

Menurut Panduan IM, sebuah konten dengan 2000-3000 kata membutuhkan waktu kurang lebih 2 hari.

Apakah kerangka itu harus?

WAJIB.

Itu jawabannya. Kita wajib menyusun sebuah kerangka untuk konten karena memang sangat bermanfaat. Fungsinya sebagai berikut:

  • Konten akan lebih rapi dan terstruktur
  • Lebih mudah untuk disimak pengunjung
  • Mengurangi kesalahan

Kerangka bisa kamu ciptakan dengan mencatat judul, bab atau sub bab dari konten yang akan kamu kreasikan.

Harus berapa panjang lagi artikel saya?

Konten panjang lebih sering mendapatkan backlink. Sebuah penelitian dari Moz yang membuktikannya:

content marketing

Mungkin tidak bisa selalu bisa mendapatkan link, tapi setidaknya bisa kamu jadikan patokan. Untuk membuat konten yang panjang triknya adalah:

  • Pilih topik yang bisa kamu bahas secara panjang
  • Bahas secara mendalam dan tuntaskan
  • Rangkum dalam beberapa bab

Ada apa dengan artikel panjang? Kenapa bisa mendapatkan backlink lebih banyak?

Artikel panjang cenderung membahas secara lengkap dan menyeluruh.

Intinya bukan karena jumlah karakter, tapi lebih karena bobotnya.

Tingkatkan peluang konten untuk memperoleh backlink

Panjang artikel adalah syarat utama penunjang konten unggulan. Mau lebih cepat mendapatkan backlink? Terapkan 4 poin ini untuk kontenmu:

  1. Foto/gambar original. Minimal screenshot atau grafik
  2. Referensi ke artikel atau website lain yang terpercaya
  3. Memiliki data
  4. Link ke website linker

Poin yang keempat ini Panduan IM menyebutnya sebagai hukum timbal balik (Law of Reciprocity). Mau diperlakukan baik sama orang lain? Kita harus memulainya dulu dengan berbuat baik bagi mereka. 🙂

Selain syarat penunjang di atas, saya juga akan melampirkan 7 hal yang harus kamu hindari dalam merangkai konten unggulan:

  1. Unsur-unsur penjualan produk
  2. Affiliate link
  3. Iklan terlalu banyak
  4. Salah tulis dan tata bahasa yang berantakan
  5. Desain berantakan
  6. Banyak basa-basi
  7. Formatnya tidak enak untuk dibaca

#5 – Lakukan distribusi konten kepada linker

Beritahukan keberadaan konten kita kepada linker dengan cara mencari perhatian mereka terlebih dahulu:

  • Follow akun Twitter/Facebook-nya,
  • Share kontennya,
  • Tinggalkan komentar di blognya (jangan spam)

Selanjutnya ikuti dengan tahapan memperkenalkan konten kita seperti ini:

1. Minta input dari linker melalui email/social media

Carilah alasan supaya para linker mau membuka dan membaca kontenmu, yaitu dengan cara minta meminta masukan.

Contohnya nih, saya punya konten dengan topik ’13 cara halal meningkatkan jumlah follower di Twitter’. Maka, saya akan menghubungi salah satu linker untuk mendapatkan masukan atau setidaknya menambahkan satu 1 cara.

Langsung saja masukan dari mereka bisa kamu tambahkan ke dalam artikel. Jangan lupa untuk menghubungi mereka lagi ya kalau sudah kamu publish, dengan tujuan mereka bisa merekomendasikan konten tersebut.

2. Post ke situs komunitas dan social media yang tepat

Untuk memanfaatkan social media dan komunitas syaratnya adalah:

  • Gabung ke sosmed dan komunitas sesuai dengan topik dari kontenmu
  • Hindari melakukan spam

Forum komunitas dan sosmed merupakan tempat terbaik untuk mendistribusikan konten karena di sana sudah terdapat orang-orang yang siap membaca kontenmu.

3. Lakukan 13 cara promosi konten ini

Masih ingat postingan saya mengenai ‘jurus cespleng meletupkan konten? Kalau udah cek lagi ya di panduan khusus untuk mempromosikan konten.

Dijamin lonjakan traffic untuk websitemu bisa mencapai 2x lipat.

4. Lakukan link building

3 konten di bawah ini patut kamu baca kembali untuk melakukan dan memperbaiki link buildingmu:

 

 

 

Advertisements