Memajukan Bisnis dengan Digital Marketing


Tertarik untuk berbisnis? Saran saya jangan! Apalagi kalau bisnis yang ingin kamu kembangkan adalah bisnis ‘ecek-ecek’ dengan suntikan pendapatan ratusan atau jutaan rupiah saja per bulan. Sama-sama keringetan untuk mengembangkan sebuah bisnis, kenapa gak langsung membuat satu bisnis dengan income ratusan?

bisnis digitalApakah itu sulit? Jawabannya tergantung dari pembaca masing-masing. Buktinya, Denny Santoso bisa. Kenapa kita tidak? Memiliki waktu 24 jam yang sama  dan makanan pokok kita masih sama, nasi. Dia bisa? Kenapa kita tidak? Bukan karena tidak adanya kesempatan. Melainkan karena tidak adanya komitmen. Itu saja!

Jangan tanggung-tanggung. Buatlah sebuah bisnis yang bisa meledakkan pendapatanmu. Untuk itu, pastikan 5 kriteria bisnis ini sudah kamu penuhi:

Kebutuhan > apakah yang membutuhkan produkmu banyak? Apakah produkmu memiliki target market yang luas?

Saingan > apakah produkmu mudah dimasuki kompetitor? Carilah bisnis yang tidak mudah ditiru.

Kontrol > jangan mengandalkan satu aliran pendapatan saja. Misalnya kamu menjual hp, jangan cuma jualan 1 merk saja.

Waktu > kamu membangun bisnis karena ingin punya banyak waktu luang bukan? Apakah bisnismu malah membuatmu kehilangan banyak momen bersama teman atau keluarga?

Mudah dikembangkan > bisa dibesarkan. Jangan cuma puas hanya dengan satu toko. Perluas!

Layaknya status pernikahan (jomblo, berpacaran, menikah), pelanggan pun ada levelnya. Dengan mengetahui level dari setiap pelanggan, kita bisa memperlakukan mereka dengan cara yang berbeda pula.

  1. Cold customer: calon pembeli yang belum mengetahui produk kamu
  2. Warm customer: sudah ‘ngeh’ sama produkmu, tapi belum beli
  3. Hot customer: orang yang sudah beli produkmu

Perhatikan gambar di bawah ini!

bisnis digital

 

Alur dari digital marketing ada di gambar tersebut. Mulai dari ketertarikan pelanggan, melakukan pembelian hingga menyarankan kepada kerabat ataupun keluarga untuk melakukan pembelian produk yang kamu jual. Untuk lebih detilnya, nih saya share satu per satu pengertian dari setiap istilah yang terpampang nyata pada infografis tersebut.

Attract/Intereat: giring target market untuk menyukai produkmu

Capture leads: jaring data mereka melalui berbagai tool seperti, email, media sosial (whatsapp, bbm dll)

Nurture Prospects: dekati target market dan ajari mereka mengenai produkmu. Penjual lah yang harus aktif untuk menjaring dan memberikan product knowledge kepada pelanggan.

Convert sales: setelah mengetahui produkmu, pelanggan tidak akan langsung membeli. Mereka masih harus memahami secara lebih dalam.

Deliver & Satisfy: calon pembeli itu memiliki segudang pertanyaan kepada penjual. Tapi, setelah melempar banyak pertanyaan mereka malah kabur gak tahu kemana. Di sini lah kamu harus melakukan follow up.

Upsell: yakinkan kembali pelanggan untuk menambah volume produk

Get referrals: saya menyebutnya dengan istilah ‘member get member’. Berikan komisi untuk pelanggan yang bisa mengajak sebanyak mungkin teman.

Tahap awal pada proses digital marketing adalah menggiring target market untuk menyukai produk kamu. Setelah tertarik, tarik mereka lebih dalam lagi dengan memberikan product knowledge yang tepat dan iming-iming menarik. Caranya? Perhatikan the content lifecycle ini!

digital bisnis

TOFU (top of funnel). Level ini ditujukan untuk Cold costumer dengan tujuan mendatangkan konsumen.

MOFU (middle of funnel). Level ini ditujukan untuk Warm customer yang penasaran dan ingin tahu lebih mengenai produkmu.

BOFU (bottom of funnel). Level untuk hot customer ini dibuat khusus untuk mereka yang sudah siap membeli.

 

 

Advertisements