Membangun Kerangka Bisnis Digital Bersama Denny Santoso


bisnis digitalPernah nonton film Water World? Film yang dibintangi Kevin Costner dan Jeanne Tripplehorn di tahun 1995 ini benar-benar membekas di pikiran saya. Alih-alih karena alur cerita menantang, saya lebih terngiang-ngiang karena membayangkan bagaimana kalau dunia ini benar-benar berubah sepenuhnya menjadi air? Pasti ngeri! Karena saya gak bisa renang. hehehe

Dikisahkan dalam film ini bahwa masa depan bumi telah dipenuhi air yang disebabkan oleh es di kutub telah mencair.  Saya menganalogikannya dengan dunia nyata yang mulai bergeser ke dunia maya. Bisa? Kalau menurut kalian gak bisa ya terserah. Ini kan tulisan saya. Harus manut dong!

Ketika kita pingin membeli sebuah mobil bekas misalnya, orang-orang lebih sering mencari informasi melalui marketplace semacam tokopedia, bukalapak maupun olx. Sekalipun tetangga atau teman kita memiliki mobil dengan spek yang kita incar. Faktanya sekarang kita lebih nyaman mencari informasi di dunia maya.

Nah, kaitan antara film Water World dengan topik kali ini adalah mengenai masa depan bumi. Water World memprediksikan masa depan bumi dipenuhi dengan air. Sedangkan, topik kali ini memprediksikan dunia dipenuhi dengan benda-benda digital. (Nyambunginnya maksa)

Seperti yang saya contohkan di atas, masyarakat kita sudah mulai nyaman sama yang namanya dunia digital. Mencari informasi, memesan makanan hingga membeli barang/jasa secara online. Dunia berubah dan bergerak begitu cepatnya. Untuk itulah kita belajar mengenai membangun bisnis digital. Supaya gak ketinggalan!

Membangun bisnis secara online sebenarnya tidak jauh beda sama bisnis offline. Ianya hanya sekedar perantara atau alat bantu untuk mencapai tujuanmu dengan lebih cepat.

Sebelum kita melanjutkan ke pembahasan secara lebih dalam lagi, saya kasih bocoran nih 3 poin fokusmu. Jadi, setelah membaca halaman ini diharapkan kita bisa:

  • Meningkatkan traffic pengunjung (yang membeli produkmu)
  • Meningkatkan pelanggan untuk beli lagi (repeat order)
  • Meningkatkan volume pembelian (beli ayam di KFC, ditawari kentang hingga CD Cinta Laura)

Mau meningkatkan 3 hal tersebut? Sebelumnya, kamu harus paham kerangka digital bisnis berikut ini:

#1 Customer: target market. Mereka datang ke tempatmu untuk mencari solusi dari masalah yang dihadapi.

#2 Channels: perantara jual belimu. Bisa melalui website, toko offline dan lain-lain.

#3 Customer relationships: bangun hubungan yang hangat dengan pelangganmu. Mereka membeli produkmu untuk mengatasi masalah. Dan, kamu mendapatkan keuntungan dari barang yang kamu jual.

#4 Revenue: menjaring dan mencari keuntungan yang bakal kamu dapatkan dari mana saja.

#5 Value proposition: analisa keuntungan yang kamu tawarkan.

#6 Key resources: catat semua aset yang kamu miliki

#7 Key activity: buat catatan harian hal-hal yang akan kamu lakukan untuk mengembangkan bisnis

#8 Key partner : lakukan analisa untuk tim penjualanmu (agen, reseller, supplier dan lain-lain)

#9 Cost: atur keuangan atau biaya yang harus kamu keluarkan untuk mengembangkan bisnis

Jangan cuma sekedar paham, tapi terapkan juga dalam bisnis digitalmu. Selain 9 poin di atas, ada satu strategi lagi yang bisa kamu terapkan yaitu, UPSELLING.

UPSELLING, Jagonya Gendutin Rekening

Semua upaya yang kamu lakukan untuk meyakinkan pelanggan supaya membeli atau menambah barang belanjaan untuk meningkatkan profitmu. Yup, itu dia definisi dari Upselling.

Pengalaman pribadi saya waktu makan di sebuah restoran waralaba, si penjual menawari,

“satu paket dengan chicken katsu kak?”

“iya”

Saya pikir tuh chicken emang udah satu paket sama makanan yang saya beli. Eh, ternyata paketan lain dimana harganya jauh lebih mahal. #matigue

Mereka untung! Tapi, kita pembeli merasa kecewa kan? Mau balik lagi? Males deh. Nah, kuncinya adalah tawari saja dengan kalimat yang jelas. Bukan ambigu seperti di atas. Misalnya,

“chicken katsunya sekalian kak?”

Paham? Oke, sekarang kita lanjutkan ke pola upselling untuk kamu terapkan di dunia bisnis digital:

Attraction: giring target market untuk menyukai produkmu

Capture data base: jaring data mereka melalui berbagai tool seperti, email, media sosial (whatsapp, bbm dll)

Navigasi konsumen: dekati target market dan ajari mereka mengenai produkmu. Penjual lah yang harus aktif untuk menjaring dan memberikan product knowledge kepada pelanggan.

Convert sales: setelah mengetahui produkmu, pelanggan tidak akan langsung membeli. Mereka masih harus memahami secara lebih dalam.

Deliver & Satisfy: calon pembeli itu memiliki segudang pertanyaan kepada penjual. Tapi, setelah melempar banyak pertanyaan mereka malah kabur gak tahu kemana. Di sini lah kamu harus melakukan follow up.

Upsell: yakinkan kembali pelanggan untuk menambah volume produk

Get referrals: saya menyebutnya dengan istilah ‘member get member’. Berikan komisi untuk pelanggan yang bisa mengajak sebanyak mungkin teman.

Untuk bisa menjadi pebisnis digital yang sukses koh Denny Santoso, narasumber kita kali ini memberikan wejangan berupa perencanaan yang matang. Tujuan yang tepat dan profit yang kamu inginkan. Tulis jawaban dari 2 pertanyaan tadi. Lalu kembangkan menjadi rencana-rencana untuk mencapainya. Jangan lupa untuk selalu melakukan evaluasi dari setiap rencana yang kamu lakukan.

Bagi para pemula, silahkan perhatikan beberapa poin untuk memulai membuat kerangka bisnis digital.

#1. Menentukan Niche

Untuk mencari niche yang tepat, jawablah beberapa pertanyaan berikut:

  • Apakah niche tersebut populer/banyak yang beli?
  • Apakah kamu yakin bisa memasarkannya?
  • Apakah kamu menyukainya? (Ini penting! Karena kamu harus bangga dengan produk yang akan kamu pasarkan)

#2. Menentukan Target Market

Sudah bisa meramalkan siapa target marketmu? Ini dia pertanyaan panduan untuk menentukan target marketmu:

  • Usia
  • Laki-laki atau perempuan?
  • Single atau married?
  • Masalah yang paling sering dialami
  • Apa yang mereka inginkan?

#3. Menentukan produk

Pada tahap ini kamu harus melakukan analisa untuk calon target marketmu. Produk ini haruslah selaras dengan kebutuhan/masalah yang dihadapi para target market.

Tidak hanya memberikan penjelasan dan strategi untuk mengembangkan digital bisnis, narasumber untuk halaman ini juga menghadiahkan beberapa tips agar kita bisa meningkatkan jumlah pembeli dan jumlah barang yang dibeli:

  • Lead Magenet: memberikan iming-iming kepada calon pelanggan. Kemudian, menggiring mereka untuk membeli dengan cara mengumpulkan data konsumen melalui nomor HP, Email, alamat dan lain-lain.
  • Tripwire: webminar, software dan plug in adalah contoh dari istilah ini.
  • Core Offer: membantu menyelesaikan masalah pengunjung.
  • Profit Maximiser: ‘beli HP gratis detergen’ > Value Buckets atau ‘beli 2 gratis 1’
  • Return Path: buat pelangganmu agar bisa melakukan repeat order.

Untuk menikmati mi instan saja kita masih harus merebus air terlebih dahulu. #aseek

Jadi, kamu harus sadar bahwa apa yang kita lakukan tidaklah serta merta bisa membuahkan hasil. Butuh waktu, butuh proses. Tapi, kalau kamu sudah berkomitmen untuk fokus pada bisnis digital, dijamin hasilnya pasti luar biasa!

Advertisements