Bagaimana Membuat Landing Page yang Meningkatkan Konversi dengan Teknik Copywriting?


Yang akan dibahas di sini bukanlah cara mendesain landing page yang bersifat teknikal. Karena sebagus apapun landing page yang kamu ciptakan, tidak akan berarti apa-apa tanpa teknik copywriting yang tepat. Yang menjadi fokus kita pada halaman ini lebih bersifat pratikal dimana kamu bisa langsung menerapkannya untuk websitemu.

Kira-kira landing page dengan syarat apa yang bisa menignkatkan konversi?

#1 Tentukan SATU tujuan dari landing page

Landing page kamu harus memiliki 1 tujuan akhir, misalnya:

  • Pembelian produk
  • Memasukkan alamat email
  • Mendaftar akun
  • Mendaftar webinar
  • Menghubungi anda via email dan/atau telepon
  • Mendownload

Dengan menetapkan satu tujuan, hal ini akan membantu kamu untuk lebih fokus dalam mengkreasikan copy yang menarik. Dan, memperjelas tindakan yang seharusnya diambil oleh pembaca.

Jika kita memiliki lebih dari satu tujuan, maka buatlah lebih dari satu landing page.

#2 Komponen utama sebuah landing page yang efektif

Landing page yang efektif terdiri atas komponen-komponen ini:

  • Headline

Syarat dari sebuah headline yang baik adalah tidak membosankan, mudah dipahami, langsung ke intinya, menawarkan manfaat dan personal.

  • Gambar/video

Tambahkan gambar atau video menarik dan berkaitan dengan tujuan yang sudah kamu tetapkan.

  • Subheadline

Kamu juga tidak dilarang untuk menambahkan sub headline di sini. Tapi, dengan syarat harus memperjelas dan memperkuat headline. Jangan sampai dengan subheadline yang kamu pasang, pembaca malah semakin bingung karena tidak ada kaitannya dengan headline.

  • Badan/isi/penjelasan

Manfaat dan solusi dari permasalahan merupakan kunci dari badan landing page. Jadi, fokuslah pada penunjukan manfaat yang dapat diambil dari konsumen. Untuk masalah panjang atau pendeknya, tergantung dari tujuanmu. Kalau kamu meminta mereka untuk mengeluarkan uang, panjang itu lebih bagus. Supaya terlihat meyakinkan. Sedangkan jika pembaca tidak tahu gambaran apa yang akan mereka dapatkan, jelaskan – panjang lebih baik.

  • Social proof/testimonial

Testimonial adalah salah satu pendorong orang untuk membeli jika dilakukan dengan benar. Ingat! Testimonial tidak hanya sekedar cerita sukses. Hati-hati dalam penggunaannya.

  • Call to action (CTA)

Kamu hanya boleh menempatkan satu CTA. Tapi, kamu bisa melakukannnya secara berulang-ulang. Dimana tempat terbaik untuk penempatan CTA? Untuk landing page yang pendek sebaiknya tempatkan di bagian yang sudah langsung tampak di layar ketika landing page baru dibuka.

Jangan menggunakan istilah daftar atau beli. Ini akan terlihat menyeramkan bagi pengunjung. Tapi, terapkan kreatifitasmu dengan menyulap kata daftar menjadi jawaban dari setiap pertanyaan berikut ini:

  • Apa manfaat yang mereka dapatkan setelah melanjutkan?
  • Kemana mereka dibawa? (Mestinya sesuai headline)
  • Apakah gratis? (Tampilkan kalau memang gratis)
  • Apa yang akan mereka lakukan berikutnya?

copywriting

Kalau dalam langkah berikutnya pengunjung langsung dibawa ke halaman pembayaran, maka CTA mu harus langsung menyebutkan “Beli [nama produk]”

Untuk mengurangi rasa takut, solusinya tambahkan:

  • Garansi uang kembali
  • Masa uji coba (trial) gratis
  • Harga diskon
  • Pilihan paket harga (kalau ada)

#3 Uji terlebih dahulu sebelum kamu terbitkan

Pengujian ini dilakukan dengan cara menciptakan 2 landing page utama dengan 1 variabel yang berbeda. Seperti ini contohnya:

copywriting

 

 

 

 

 

 

2 landing page ini memiliki desain yang sama persis, tapi memiliki headline yang berbeda. Ternyata landing page sebelah kanan memiliki konversi lebih tinggi.

Kamu bisa memanfaatkan tool Unbounce atau LeadPages untuk membuat landing page, keduanya sudah punya fitur A/B test bawaan. Kalau tidak, kamu bisa menggunakan layanan Optimizely yang gratis dalam batas tertentu.

Atau gunakan Google Analytics kalau kamu ingin yang benar-benar gratis. Baca tutorialnya.

 

Advertisements