Branding Basic – Cara Membangun Brand yang Melekat di Hati Masyarakat


Brand bukanlah nama dari sebuah produk, melainkan cerminan secara keseluruhan dari sebuah produk. Ada semacam ikatan emosi antara produk dengan konsumen. Misalnya, kita sudah mulai ketergantungan dengan sebuah ‘nama’ itu berarti kita bisa menyebutnya dengan brand.

Pernah mendengar istilah branding?

Branding merupakan proses pemasaran untuk menciptakan sebuah nama, simbol atau desain yang dapat diidentifikasi dan dibedakan antara satu produk dengan produk lainnya.

cara memproses branding

Orang Indonesia telah terbiasa dengan sesuatu yang bersifat sloganistik dan simbolistik. Maksudnya, kita telah lama akrab dengan hal-hal yang memiliki slogan (kata kunci) dan simbol (kunci visual). Mau tahu buktinya?

  • Berakit-rakit (Key visual) kehulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.
  • Kalau ada sumur di ladang (key visual) , bolehkah kita menumpang mandi. Kalau ada umur panjang, bolehkah kita berjumpa lagi
  • Bak pinang (Key visual) dibelah dua.

Jadi, kerangka dari proses branding adalah 3 poin berikut:

  • key visual
  • key word
  • key sound

Untuk bisa menciptakan branding seperti Ligna, ada baiknya Anda melakukan analisa dengan bantuan piramida kebutuhan dari Maslow.cara membranding produk

Tingkatan paling tinggi dari piramida kebutuhan adalah jati diri. Setelah Anda sukses membangun branding, konsumen tidak hanya jatuh cinta dan merasa ketergantungan dengan produk Anda. Mereka juga akan menganggap ‘nama’ itu adalah jati diri mereka.

Berikut saya berikan contoh jati diri konsumen terhadap sebuah merek.

Jika sebuah brand sudah terbangun dengan apiknya dan mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat, maka brand tersebut bisa disebut dengan brand heaven. Sedangkan jika ianya mendapatkan tanggapan negatif dan sulit mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, maka ia disebut brand hell.membangun sebuah brand

Setelah membangun sebuah brand yang bisa mencapai rasa loyalitas, Anda harus bisa memonitoring dan menjaganya. Jangan sampai jatuh yang pada akhirnya bisa menurunkan kredibilitas produk kita.

 

Advertisements