Cara Transfer Domain Beda Registrar


Yang harus persiapkan adalah auth code dari nama domain yang ingin kamu pindah. Auth Code merupakan kode unik dan dimiliki oleh setiap nama domain. Setiap registrar memiliki sebutan yang berbeda terhadap kode unik ini.

Untuk mendapatkannya kamu harus mengikuti langkah berikut:

#1 Login ke domain control panel lewat url yang telah diberikan

#2 Domain > List All Orders

#3 Pilih nama domain yang akan kamu transfer

#4 Cari dan klik domain secret

#5 Salin dan simpan kode tersebut.

#6 Sekarang lanjutkan dengan login ke name.com lalu pilih Domain > Tool > Transfer

menghubungkan hosting dan domain Continue reading

Cara Transfer Domain Sesama Registrar Name.Com


Maksud dari transfer di sini adalah memindahkan registrasi nama domain kamu dari registrar domain yang sekarang lalu berimigrasi (transfer) ke registrar domain baru dengan tetap mempertahankan nama domain registrar di name.com

Berikut langkah-langkahnya:

#1 Login ke domain control panel kamu.

#2 Dapatkan Auth Code yang merupakan kode unik dan dimiliki setiap nama domain.

#3 Pilih List Domain, lalu klik domain yang akan kamu transfer. Sudah muncul informasi domain kamu? Kalau sudah, pilih Code Secret Domain.

#4 Buka name.com dan pilih menu domain, lalu klik transfer.

menghubungkan hosting dan domain

Continue reading

Membuat email di cPanel dengan domain sendiri, misalnya “namamu@indracipta.com”


Cute young businessman with a positive attitude holding a briefcase.

Bagi seorang pebisnis memiliki nama email dengan domain sendiri akan terlihat lebih profesional. Misalnya nih saya bekerja di perusahaan properti sekelas Ciputra. Ada pelanggan yang menanyakan alamat email dan saya kasih ayupati@ciputra.com. Ciee ciee..gaya banget deh ah.

Bukan untuk gaya-gayaan nih. Ini terkait dengan tingkat kepercayaan pelanggan kepada kita. Continue reading

Perbedaan Shared Hosting, VPS, Dedicated, dan Colocation


#1 Shared Hosting

Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya ‘hosting bersama’. Iya jelas karena ‘patungan’ jadi harganya sangat terjangkau. Dan, lebih banyak dijadikan pilihan oleh para internet marketer pemula.

20

Jadi, karena istilah ‘shared’ itulah website kamu dan website lain dijadikan satu atau dihost di dalam server yang sama. Websitemu dan website milik orang lain di satu server ini berbagi tempat. Berbagi fasilitas yang ada di sana. Misalnya, tempat penyimpanan, memory atau RAM.

Di dalam shared hosting inilah, kita bisa mengunggah file apapun dengan harga sewa yang murah. Tapi, harus ingat satu hal! Karena berbagi tempat, jadi kita tidak boleh mengganggu yang lain. Layaknya kalau mau nyewa rumah susun. hehehe. Berbagi alamat rumah susun bersama, tinggal di daerah yang sama, gedung yang sama pula. Terdapat ratusan penghuni di sana. So, silahkan berbuat sekehendak hati kamu. Tapi, ingat tadi aturan utamanya. Jangan bikin rusuh!

Ada satu kekurangan yang harus kamu ketahui di sini. Jika ada satu website yang mendapatkan trafik kenceng, hal ini akan berdampak kurang baik pada website yang lain. Selain itu, kita juga terkadang dilarang untuk menginstal software yang dapat mengurangi performa server tersebut.
22

#2 VPS

Hampir mirip dengan shared hosting sih. Yaitu kita masih berbagi tempat dalam satu server dengan website lain. Tapi, bedanya adalah setiap akun website memiliki batasan dalam hal pemakaian fasilitas yang disediakan. Fasilitas tersebut adalah RAM dan tempat penyimpanan. Tujuannya ya biar tidak mengganggu aktivitas akun website yang lain.

Akses root level dan fasilitas lain yang juga sama disediakan oleh dedicated server bisa kamu nikmati di VPS. Tapi, dengan harga yang lebih terjangkau. Ya karena masih ‘patungan’ tadi.

Kita bandingkan saja dengan tinggal di flat mewah, di mana jumlah penghuni yang boleh tinggal dibatasi dan berapa luas lahan yang boleh ditempati pun dibatasi supaya tidak mengganggu penghuni lain.

#3 Dedicated Hosting

Yang pingin punya kontrol penuh atas servernya, ya pake ini saja. Yang punya trafik kenceng di websitenya pun cocok pake hosting jenis ini. Apalagi perumpamaannya kalau bukan beli rumah sendiri untuk bangun usaha!

21

Tentu saja, beli lahan untuk diri sendiri, bangun bangunan usaha untuk diri sendiri. Jelas, harga yang harus dibayar ya mahal.

#4 Colocation

Yang satu ini adalah layanan di mana kamu menaruh server di tempat yang disebut dengan data center. Fasilitas yang kamu dapatkan adalah

  • arus listirk yang stabil
  • power generator
  • kestabilan akses internet
  • keamanan yang bekerja setiap hari memantau server kamu